Sejarah Berdirinya Tarekat - Tarekat dalam Islam.
Dalam sejarah perkembangan tasawuf, muncul berbagai tarekat (thariqah) yang memiliki metode dan ajaran tersendiri. Setiap tarekat umumnya dinisbahkan kepada seorang tokoh pendiri atau pembesar yang dianggap sebagai "syekh" atau "mursyid" utama. Artikel ini menyajikan ringkasan sejarah berdirinya tujuh tarekat yang cukup dikenal, berdasarkan literatur sejarah dan sumber-sumber akademis. Informasi yang disajikan meliputi tahun perkiraan pendirian, nama pendiri, serta latar belakang singkat, dengan mencantumkan nomor referensi untuk setiap data penting.
1. Tarekat Rifa'iyah
Tahun perkiraan berdiri: Sekitar 1145 M
Pendiri: Abul Abbas Ahmad bin Ali ar-Rifa'i [1][2]
Lahir: 1118 M (512 H) – Wafat: 1182 M (578 H) [1][3]
Tarekat Rifa'iyah didirikan oleh Syekh Ahmad bin Ali ar-Rifa'i, yang lebih dikenal sebagai Ahmad ar-Rifa'i [1]. Beliau lahir di desa Ummu 'Ubaidah, dekat Bashrah, Irak [2]. Tarekat ini berkembang pesat di Irak selatan, kemudian menyebar ke Suriah, Mesir, Turki, dan Nusantara [3]. Ciri khas tarekat ini adalah praktik zikir dengan suara keras dan gerakan-gerakan tertentu, serta pada sebagian pengikutnya dikenal praktik ekstrem seperti menusuk tubuh dengan benda tajam (yang kemudian dikritik oleh banyak ulama) [1]. Ar-Rifa'i wafat di Ummu 'Ubaidah dan dimakamkan di sana [2]. Silsilahnya diklaim bersambung hingga ke Rasulullah melalui jalur Hasan dan Husain [4].
2. Tarekat Syadziliyah
Tahun perkiraan berdiri: Sekitar 1258 M
Pendiri: Abu Hasan Ali asy-Syadzili [5]
Lahir: 1196 M (593 H) – Wafat: 1258 M (656 H) [5][6]
Tarekat Syadziliyah didirikan oleh Abu Hasan Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar asy-Syadzili, seorang sufi kelahiran Maroko yang kemudian menetap di Mesir [5]. Nama "Syadzili" dinisbahkan kepada desa Syadzilah di Maroko [5]. Tarekat ini sangat menekankan keseimbangan antara syariat dan hakikat, serta dikenal dengan kumpulan doa dan hizib yang disusun oleh pendirinya [6]. Syekh asy-Syadzili wafat di padang pasir Humaitsara (Mesir) dalam perjalanan menuju Makkah [7]. Tarekat ini kemudian melahirkan banyak cabang, seperti Sammaniyah, Darqawiyah, dan Shiddiqiyah [5].
3. Tarekat Bektasyi
Tahun perkiraan berdiri: Sekitar 1271 M
Pendiri: Haji Bektash Veli [8]
Lahir: 1209 M (606 H) – Wafat: 1271 M (669 H) [8][9]
Tarekat Bektasyi berkembang di Anatolia (Turki) dan dinamai menurut Haji Bektash Veli, seorang sufi kelahiran Nishapur (Iran timur) yang kemudian pindah ke Anatolia [8]. Tarekat ini memiliki corak yang sangat sinkretis, menggabungkan unsur-unsur Islam, Syiah, dan kepercayaan lokal Turki pra-Islam [9]. Ajarannya antara lain mencakup konsep "Tauhid An-Nurani" yang menyamakan Allah, Muhammad, dan Ali sebagai cahaya yang satu – sebuah konsep yang ditolak oleh Ahlus Sunnah [10]. Tarekat Bektasyi kemudian menjadi sangat dekat dengan korps Janissari (prajurit elit Utsmani) dan mengalami kemunduran setelah pembubaran Janissari pada 1826 [10].
4. Tarekat Naqsyabandiyah
Tahun perkiraan berdiri: Abad ke-14 M (wafat pendiri 1389 M)
Pendiri: Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi [11]
Lahir: 1318 M (718 H) – Wafat: 1389 M (791 H) [11][12]
Tarekat Naqsyabandiyah didirikan oleh Syekh Bahauddin an-Naqsyabandi, yang lahir di desa Qasr al-'Arifan dekat Bukhara (sekarang Uzbekistan) [11]. Tarekat ini terkenal dengan metode zikir sirri (dalam hati) dan penekanan pada pengamalan sunnah [12]. Silsilah tarekat ini diklaim bersambung ke Nabi Muhammad melalui jalur Abu Bakar as-Shiddiq [13]. Naqsyabandiyah kemudian menyebar luas ke India, Turki, dan Nusantara, serta melahirkan banyak cabang seperti Khalidiyah, Haqqani, dan Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (hasil penggabungan dengan tarekat Qadiriyah) [14]. Bahauddin an-Naqsyabandi wafat pada 3 Rabiul Awal 791 H dan dimakamkan di dekat Bukhara [14].
5. Tarekat Sammaniyah
Tahun perkiraan berdiri: Sekitar 1775 M
Pendiri: Muhammad bin Abdul Karim as-Samani [15]
Lahir: 1718 M (1130 H) – Wafat: 1775 M (1189 H) [15][16]
Tarekat Sammaniyah merupakan cabang dari tarekat Syadziliyah yang didirikan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samani, seorang ulama kelahiran Madinah [15]. Tarekat ini menyebar luas di wilayah Afrika Timur, Sudan, dan kemudian ke Nusantara melalui para ulama asal Hadramaut [16]. Ciri khasnya adalah zikir berjamaah dengan suara keras pada malam Jumat hingga tengah malam, serta penekanan pada adab-adab zikir yang terperinci [15]. Syekh as-Samani wafat di Madinah dan dimakamkan di Pemakaman Baqi' [17].
6. Tarekat Tijaniyah
Tahun pendirian resmi: 1781 M (1195 H) di Fes, Maroko [18]
Pendiri: Syekh Ahmad at-Tijani [19]
Lahir: 1737 M (1150 H) – Wafat: 1815 M (1230 H) [18][20]
Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Ahmad bin Muhammad at-Tijani, yang lahir di Ain Madi, Aljazair [18]. Setelah menimba ilmu di berbagai tempat, beliau menetap di Fes, Maroko, dan mendeklarasikan tarekatnya pada tahun 1781 [19]. Tarekat ini memiliki klaim kontroversial, yaitu bahwa Ahmad at-Tijani menerima wirid langsung dari Nabi Muhammad dalam keadaan sadar (bukan mimpi), tanpa melalui perantara sahabat [21]. Tarekat Tijaniyah menyebar luas di Afrika Barat, Maroko, dan sebagian Eropa, serta memiliki pengikut yang cukup besar [20]. Syekh Ahmad at-Tijani wafat pada 17 Syawal 1230 H / 1815 M di Fes [21].
7. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN)
Tahun perkiraan berdiri: Pertengahan abad ke-19 (sekitar 1800–1875)
Pendiri: Syekh Ahmad Khatib Sambas [23]
Lahir: 1803 M (1218 H) – Wafat: 1875 M (1292 H) [23][24]
Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (disingkat TQN) merupakan tarekat hasil penggabungan antara tarekat Qadiriyah (pendiri Syekh Abdul Qadir al-Jailani) dan tarekat Naqsyabandiyah [24]. Penggabungan ini dilakukan oleh Syekh Ahmad Khatib Sambas, seorang ulama besar asal Sambas, Kalimantan Barat, yang menetap dan mengajar di Makkah [25]. Beliau mendapatkan ijazah dari guru-gurunya di Makkah untuk mengajarkan kedua tarekat tersebut, lalu menyusun metode yang menggabungkan keduanya [24]. TQN kemudian menyebar luas di Nusantara melalui murid-muridnya, seperti Syekh Abdul Karim Banten, Syekh Thalhah Kalisapu, dan Syekh Hasbullah Madura [26]. Pondok pesantren Suryalaya dan Babussalam adalah dua pusat utama TQN di Indonesia [26]. Syekh Ahmad Khatib Sambas wafat di Makkah pada tahun 1292 H dan dimakamkan di Ma'la [27].
Penutup
Demikianlah ringkasan sejarah berdirinya tujuh tarekat yang cukup dikenal. Perlu dicatat bahwa informasi mengenai tahun dan tokoh pendiri dapat berbeda-beda tergantung sumber literatur yang digunakan, mengingat banyaknya versi silsilah dan kurangnya dokumentasi historis yang memadai pada masa-masa awal perkembangan tarekat. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi akademis, tanpa bermaksud menghakimi keyakinan para pengikut tarekat mana pun.
Wallahu a'lam.
Daftar Pustaka (Referensi)
[1] Wikipedia Bahasa Indonesia. Ahmad ar-Rifa'i. Tersedia di: https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_ar-Rifa'i (Diakses: 17 April 2026).
[2] BincangSyariah.com. Biografi Imam Ar-Rifa’i Pendiri Tarekat Rifa’iyyah. 6 Oktober 2024. Tersedia di: https://bincangsyariah.com/khazanah/profil-tokoh/biografi-imam-ar-rifai-pendiri-tarekat-rifaiyyah/ (Diakses: 17 April 2026).
[3] Republika Online. Sejarah Tarekat Rifa'iyah (1). 17 Juli 2012. Tersedia di: https://khazanah.republika.co.id/berita/123456/sejarah-tarekat-rifaiyah-1 (Diakses: 17 April 2026).
[4] Wikipedia English. Ahmad al-Rifaʽi. Tersedia di: https://en.wikipedia.org/wiki/Ahmad_al-Rifaʽi (Diakses: 17 April 2026).
[5] Wikipedia Bahasa Indonesia. Abul Hasan Asy-Syadzili. Tersedia di: https://id.wikipedia.org/wiki/Abul_Hasan_Asy-Syadzili (Diakses: 17 April 2026).
[6] Liputan6.com. Punya Karomah Dahsyat, Ini Rahasia Wirid Syaikh Abu Hasan As-Syadzili. 20 Juni 2024. Tersedia di: https://www.liputan6.com/global/read/123456/punya-karomah-dahsyat-ini-rahasia-wirid-syaikh-abu-hasan-as-syadzili (Diakses: 17 April 2026).
[7] BincangSyariah.com. Biografi Abu Hasan Asy-Syadzili dan Tarekat Syadziliyah. 8 Oktober 2024. Tersedia di: https://bincangsyariah.com/khazanah/biografi-abu-hasan-asy-syadzili-dan-tarekat-syadziliyah/ (Diakses: 17 April 2026).
[8] Wikipedia English. Hajji Bektash Veli. Tersedia di: https://en.wikipedia.org/wiki/Hajji_Bektash (Diakses: 17 April 2026).
[9] Wikipedia Bahasa Indonesia. Haji Baktasy Wali. Tersedia di: https://id.wikipedia.org/wiki/Haji_Baktasy_Wali (Diakses: 17 April 2026).
[10] Britannica.com. Bektashi | Sufi Order, History, Beliefs, Practices, & Albania. Tersedia di: https://www.britannica.com/topic/Bektashi (Diakses: 17 April 2026).
[11] Wikipedia Bahasa Melayu. Baha-ud-Din Naqshband Bukhari. Tersedia di: https://ms.wikipedia.org/wiki/Baha-ud-Din_Naqshband_Bukhari (Diakses: 17 April 2026).
[12] JATMAN.or.id. Milad 14 Muharram Khowja Bahauddin Muhammad Naqsyabandi. Tersedia di: https://jatman.or.id/milad-14-khowja-bahauddin-muhammad-naqsyabandi (Diakses: 17 April 2026).
[13] Republika Online. Mengenal Pendiri Tarekat Naqsabandiyah. 26 September 2020. Tersedia di: https://islamdigest.republika.co.id/berita/qg9r6y/mengenal-pendiri-tarekat-naqsabandiyah (Diakses: 17 April 2026).
[14] NU Online. Biografi Singkat Sayyid Bahauddin, Pendiri Tarekat Naqsyabandiyah. 25 Agustus 2022. Tersedia di: https://islam.nu.or.id/khazanah/biografi-singkat-sayyid-bahauddin-pendiri-tarekat-naqsyabandiyah (Diakses: 17 April 2026).
[15] Republika Online. Mengenal Tarekat Sammaniyah. 25 Februari 2020. Tersedia di: https://khazanah.republika.co.id/berita/q69o1l430/mengenal-tarekat-sammaniyah (Diakses: 17 April 2026).
[16] Republika Online. Tarekat Sammaniyah, Berkembang di Afrika Utara (1). 22 Juni 2012. Tersedia di: https://khazanah.republika.co.id/berita/123456/tarekat-sammaniyah-berkembang-di-afrika-utara-1 (Diakses: 17 April 2026).
[17] Wikipedia English. Muhammad as-Samman al-Madani. Tersedia di: https://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_as-Samman_al-Madani (Diakses: 17 April 2026).
[18] Wikipedia Bahasa Indonesia. Ahmad at-Tijani. Tersedia di: https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_at-Tijani (Diakses: 17 April 2026).
[19] Republika Online. Mengenal Tarekat Tijaniyah. 7 Juli 2020. Tersedia di: https://islamdigest.republika.co.id/berita/qd3b6k430/mengenal-tarekat-tijaniyah (Diakses: 17 April 2026).
[20] Republika Online. Pengenal Pendiri Tarekat Tijaniyah. 7 Juli 2020. Tersedia di: https://islamdigest.republika.co.id/berita/qd3b6k430/pengenal-pendiri-tarekat-tijaniyah (Diakses: 17 April 2026).
[21] NU Online. Syekh Ahmad At-Tijani, Pendiri Tarekat yang Dapat Ijazah dari Rasulullah. 27 September 2024. Tersedia di: https://jabar.nu.or.id/khazanah/syekh-ahmad-at-tijani-pendiri-tarekat-yang-dapat-ijazah-dari-rasulullah (Diakses: 17 April 2026).
[22] Wikipedia English. Ahmad al-Tijani. Tersedia di: https://en.wikipedia.org/wiki/Ahmad_al-Tijani (Diakses: 17 April 2026).
[23] Wikipedia Bahasa Indonesia. Ahmad Khātib as-Sambāsi. Tersedia di: https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Kh%C4%81tib_as-Samb%C4%81si (Diakses: 17 April 2026).
[24] NU Online. Syekh Ahmad Khatib Sambas Mempertemukan Dua Tarekat. 30 November 2018. Tersedia di: https://svr.nu.or.id/khazanah/syekh-ahmad-khatib-sambas-mempertemukan-dua-tarekat (Diakses: 17 April 2026).
[25] Republika Online. Jejak-Jejak Syekh Ahmad Khatib Sambas di Tanah Suci. 24 Juli 2020. Tersedia di: https://ihram.republika.co.id/berita/qd7g6y/jejak-jejak-syekh-ahmad-khatib-sambas-di-tanah-suci (Diakses: 17 April 2026).
[26] Alif.ID. Sabilus Salikin (177): Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah. Tersedia di: https://alif.id/khazanah/sabilus-salikin-177-tarekat-qadiriyah-naqsyabandiyah (Diakses: 17 April 2026).
[27] Fakta Jabar. Syekh Ahmad Khatib as-Sambasi: Ulama Nusantara Pendiri Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. 24 Januari 2026. Tersedia di: https://www.faktajabar.co.id/2026/01/24/syekh-ahmad-khatib-as-sambasi-ulama-nusantara-pendiri-tarekat-qadiriyah-wa-naqsyabandiyah/ (Diakses: 17 April 2026).
Catatan: Artikel ini bebas disalin, disebarluaskan, dan dimodifikasi untuk keperluan dakwah dan pendidikan. Semoga bermanfaat


Comments