Petunjuk Ke jalan yang Lurus ( Kebenaran )
Bagi umat Islam minimal 17x kita minta pertolongan kepada Allah untuk selalu di bimbing ke jalan yang lurus,
tapi begitu mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus,
banyak juga yang menolak karena tidak sesuai
( dengan kelompok, adat suku, kultus thd guru, ataupun karena fanatik terhadap madzhab tertentu )
========================================
semoga kita diberikan keikhlasan tanpa batas dalam menghadapi ujian di dunia ini.
----------------------------------------------------------------------
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” [QS. Ali Imaran : 103].
Sangat jelas Allah ﷻ menginginkan kita semua berpegang teguh pada Al-Qur’an dan melarang kita berpecahan belah. Karena perpecahan adalah kebiasaan orang-orang yang menyekutukan Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ، مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah ﷻ. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Q.S. Ar-Rum; 31-32]
Oleh Karena itu Rasulullah ﷺ mewasiatkan kepada kita, langkah yang harus kita tempuh, agar kita tidak terpecah belah. Rasulullah ﷺ bersabda dalam wasiat perpisahan beliau:
«أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإنْ تَأَمَّر عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ، وَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اختِلافًا كَثيرًا، فَعَليْكُمْ بسُنَّتِي وسُنَّةِ الخُلَفاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيِيِّنَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بالنَّواجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ؛ فإنَّ كلَّ بِدعَةٍ ضَلاَلَة».
“Aku wasiatkan kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat, walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari negeri habasyah (Ethiopia). Dan barang siapa yang hidup lebih lama diantara kalian, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Al-Khalifah Ar-Rasyid yang diberi petunjuk oleh Allah. Gigitlah Sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian. Berhati-hatilah kalian dari perkara yang baru (dalam agama). Karena setiap perkara baru dalam agama sesat.” [HR. An-Nasai dan At-Tirmidzi].
Siapa saja yang mau merenungi Hadits ini, akan dapat menyimpulkan dengan mudah bahwa:
1. Akan terjadi perselisihan yang banyak sepeninggal Rasulullah ﷺ.
2. Cara menghindari perpecahan adalah dengan mengikuti sunnah dan menjauhkan diri dari bid’ah (perkara baru dalam agama.
3. Sebab perpecahan adalah tidak bertakwa pada Allah ﷻ, tidak taat pada penguasa (pada hal yang ma’ruf) dan mengerjakan bid’ah.
Selain Al-Quran kita juga diperintahkan bersatu di atas sunnah.
Oleh karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّ بِعْدَهُمَا كِتِابُ اللهِ وَسُنَّتِيْ ،
“Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat setelah (kalian bepergian teguh pada) keduanya, Kitabullah dan Sunnahku.” [HR. At-Thabrani].
Di sisi lain, kita sebagai umat Islam punya prinsip yang mempersatukan kita yaitu, kita semua yakin bahwa Tuhan kita satu dengan firman-Nya yang ada di tengah-tengah kita, dan kita yakin Nabi dan panutan kita satu. Maka sangat pantas kiranya, jika kita berselisih pada satu permasalahan, maka kita kembalikan pada apa yang kita sepakati, yang menjadi pemersatu kita. Allah berfirman:
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [QS. An-Nisa; 59].


Comments