Semua orang punya dalil, Jangan merasa benar sendiri.
Salah satu dalil yg dipakai *LGBT*
“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri *dari jenismu sendiri* , supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21]
Kata2 dari jenismu sendiri mereka fahami sebagai sesama jenis menikah.
Apakah pemahaman sahabat ada yang seperti itu....?
Ketika Rosulullah melihat bencong di masa sahabat, maka diperintahkan para sahabat untuk mengeluarkannya dari Madinah. Krn bahaya kalau nulari yg lainya.
Apakah pemahaman sahabat ada yang seperti itu....?
Ketika Rosulullah melihat bencong di masa sahabat, maka diperintahkan para sahabat untuk mengeluarkannya dari Madinah. Krn bahaya kalau nulari yg lainya.
Salah satu dalil yg dipakai *AHMADIYAH*
Allah swt. berfirman dalam surah As-Shaf ayat 6:
ÙˆَØ¥ِذ قالَ عيسَÙ‰ ابنُ Ù…َريَÙ…َ يا بَني Ø¥ِسرائيلَ Ø¥ِÙ†ّÙŠ رَسولُ اللَّÙ‡ِ Ø¥ِÙ„َيكُÙ… Ù…ُصَدِّÙ‚ًا Ù„ِما بَينَ ÙŠَدَÙŠَّ Ù…ِÙ†َ التَّوراةِ ÙˆَÙ…ُبَØ´ِّرًا بِرَسولٍ ÙŠَأتي Ù…ِÙ† بَعدِÙŠ اسمُÙ‡ُ Ø£َØÙ…َدُ
Artinya:
“Dan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (akan datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang namanya *Ahmad* ”.
Karena ada kata Ahmad di ayat ini jadi pembenaran nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad dari India. :D :D
Padahal yang dimaksud ayat itu kan nabi Muhammad.
Salah satu dalil yg dipakai *LIA EDEN* (yang mengaku sebagai malaikat Jibril)
Surat Qaaf ayat 41:
Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.
Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.
Akhirnya dia yang ngaku sebagai malaikat dekat itu :D
Dalil Fir'aun
Fir’aun berkata, “Aku adalah rabb kalian yang paling tinggi”. (QS : An Nazi’at: 24).
Karena dia memang benar-benar paling tinggi saat itu dengan membuat Piramida setinggi itu. Demi mengingkari Tuhan nya Musa di atas Arasy.
Jadi yang mengingkari Allah tinggi di atas Arasy mungkin keturunan Fir'aun.
Jadi yang mengingkari Allah tinggi di atas Arasy mungkin keturunan Fir'aun.
*Khawarij* yang suka ngebom orang gak bersalah itu juga punya *dalil*
Kelompok *Wahhabiyyah* (Abdul Wahhab bin Rustum Al Afriky)
Kelompok *Wahhabiyyah* (Abdul Wahhab bin Rustum Al Afriky)
“Dan barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah :44)
Membaca tafsir ayat di atas, tentu tidak akan luput dari pernyataan Ibnu Abbas ketika membantah orang Khawarij yang mengkafirkan khalifah waktu itu. “Itu bukanlah kekafiran yang mereka pahami, dan itu bukanlah kekafiran yang mengeluarkan dari agama. ‘Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir’ (QS. Al Maidah :44) adalah *kufrun duna kufrin* (kekufuran di bawah kekufuran).”
inilah bantahan Ibnu Abbas terhadap tuduhan orang Khawarij
inilah bantahan Ibnu Abbas terhadap tuduhan orang Khawarij
Semua aliran punya dalil pembenaran kelompok mereka masing2.
Pertanyaannya...????????
Apakah para sahabat Rosulullah (para Khulafaur Rasyidin) memahami ayat atau hadits itu seperti mereka....?
Jangan langsung percaya kalau ada orang bawa dalil.
Lihat dulu apakah ada ulama yang membantahnya...?
Kalau ada lihat kedua pendapat itu mana yang sesuai dengan *generasi salaf*. Karena urusan agama kita diperintahkan mengikuti Khulafaur Rasyidin dan orang setelahnya.
Lihat dulu apakah ada ulama yang membantahnya...?
Kalau ada lihat kedua pendapat itu mana yang sesuai dengan *generasi salaf*. Karena urusan agama kita diperintahkan mengikuti Khulafaur Rasyidin dan orang setelahnya.
Untuk bisa melihatnya kita harus belajar.
Jangan cuma taqlid (ngikut tok)
Ini adalah level paling rentan.
Karena, Ini masalah keselamatan kita di akhirat.
Kalau Naik pesawat aja banyak prosedur keselamatan (yang harus di penuhi),
apalagi perjalanan ke akherat.
"Jika Kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, | Maka kamu harus sanggup menahan perihnya Kebodohan."
~Imam Syafi'i~


Comments