Tingginya Kedudukan Aqidah dalam Islam
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, sedikit paparan di atas menggambarkan kepada kita betapa tingginya kedudukan aqidah dalam agama Islam yang hanif ini. Hal ini juga tercermin dari sikap kaum terbaik yang telah Allah pilih untuk menemani Nabi-Nya berdakwah, yakni para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terhadap masalah aqidah.
Syaikh ‘Abdurrahim As Sulmi mengatakan, “Persoalan aqidah adalah hal yang sangat penting. Aqidah memiliki pengaruh yang luar biasa pada kejiwaan seorang insan. Siapa yang kuat aqidahnya, akan kuat hatinya dan kokoh keimanannya. Oleh karena itu, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempelajari aqidah dan agama ini dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Mereka tidak mempelajarinya hanya karena ikut-ikutan semata. Tetapi mereka bersungguh-sungguh mempelajarinya, menjalankan berbagai konsekuensinya, dan berjuang keras dalam mengamalkan aqidah di atas muka bumi.
Oleh karena itu, mereka rela mati fii sabiilillah demi menegakkan aqidah. Mereka pun membenci dunia jika ternyata harus mengorbankan aqidah demi meraihnya. Mereka berhasil menaklukkan berbagai negeri dan menundukkan penduduk bumi dengan modal aqidah yang kuat. Aqidah pun menjadi ciri khas yang membedakan mereka dengan kaum lainnya. Dan mereka pun menjadi pemimpin dunia padahal sebelum memiliki aqidah ini, mereka hanyalah sekelompok orang arab yang tidak punya nilai dan kedudukan khusus di mata penduduk bumi” (Ta-shil ‘Ilmil Aqidah, hal. 6)
Contoh besarnya perhatian shahabat terhadap aqidah
Berikut ini beberapa riwayat yang menunjukkan besarnya perhatian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –radhiyallahu ‘anhum jamii’an- terhadap perkara aqidah :
1. Perintah ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu untuk meratakan kubur anak beliau
‘Abdullah bin Syurahbil mengatakan, “Aku melihat ‘Utsman bin ‘Affan memerintahkan untuk meratakan kuburan. Lalu beliau diberitahu, “Itu adalah kuburan Ummu ‘Amr binti ‘Utsman”
Beliau pun tetap memerintahkan untuk diratakan” (Dinukil dari Tahdzirus Saajid, hal. 118. Penulis mengatakan, “Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf (4/138) dan Abu Zur’ah dalam At Tarikh dengan sanad yang shahih)
2. Wasiat Abu Musa Al Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu
Abu Burdah mengatakan, “Abu Musa memberikan wasiat ketika beliau hendak meninggal. Beliau berwasiat :
‘Jika kalian membawa jenazahku, percepatlah langkah, tidak perlu membawa lampu atau obor, dan janganlah membuat sesuatu di liang lahadku yang bisa menghalangi jasadku dengan tanah. Jangan pula membangun sesuatu di atas kuburanku’ “
(Dinukil dari Tahdzirus Sajid, hal. 123. Penulis mengatakan, “Diriwayatkan oleh Ahmad (4/397) dengan sanad yang qawiyy)
Selengkapnya:
http://muslim.or.id/22595-menilik-perhatian-para-sahabat -terhadap-masalah-aqidah.html
***
Broadcasted by Islam itu Indah

Comments