🎀 KAJIAN TAUHID 🎀
📚 Dari kitab:
Tsalatsatul Ushul
(= Tiga Landasan Utama)
✒️ Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
📗 Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
🌺 Saudaraku seiman, semoga rahmat Allah dicurahkan kepada kami dan kepada kalian semua.
📘 Kita lanjutkan kajian tauhid kita sampai pada 'Tingkatan-Tingkatan Ilmu Pengetahuan', ada 6 tingkat, yaitu:
1⃣ Al-Ilmu
2⃣ Al-Jahl Al-basith
3⃣ Al-Jahl Al-murakkab
⬆️ Ketiganya sudah kita kaji pekan lalu, sekarang kita lanjutkan ke tingkat berikutnya:
4⃣ AL-WAHM
Yakni mengetahui sesuatu disertai kemungkinan pemahaman yang tidak kuat kebenarannya.
5⃣ ASY-SYAK (keraguan)
Yakni mengetahui sesuatu disertai dengan kemungkinan yang sama kuat antara pemahaman yang benar dan yang salah.
6⃣ AZH-ZHAN
Yakni mengetahui sesuatu disertai kemungkinan pemahaman yang kuat kebenarannya.
📖 ILMU TERBAGI MENJADI DUA:
1⃣ Dharuri, dan
2⃣ Nazhari
KETERANGAN:
1⃣ ILMU DHARURI adalah:
Pengetahuan tentang sesuatu yang bisa diketahui secara naluri, yang bisa diketahui tanpa penelitian dan tanpa pengambilan dalil.
Contoh:
🔥 Pengetahuan bahwa api itu panas.
2⃣ ILMU NAZHARI adalah:
Pengetahuan yang membutuhkan penelitian serta pengambilan dalil.
Contoh:
💧 Ilmu tentang wajibnya niat ketika berwudhu.
👉 SELESAI syarah dari matan "I'LAM" (ketahuilah).
📜 Kita lanjutkan ke MATAN berikutnya:
➖ رَحِمَكَ اللَّه
'Rahimakallah', artinya adalah
"Semoga Allah merahmatimu."
📗 SYARAH/PENJELASAN:
🔺 Kalimat 'rahimakallah' mengandung makna:
👉 Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, yang dengan rahmat-Nya kamu bisa:
✅ Memperoleh apa yang kamu inginkan, dan
✅ Selamat dari apa yang kamu khawatirkan
🔺 Rahmat juga mengandung makna:
👉 Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu.
👉 Semoga Allah memberikan kepadamu taufik, serta menjagamu dari dosa di masa mendatang.
👆🏻 Makna di atas adalah jika 'rahmat' disebutkan secara tersendiri.
👉 Tapi jika 'rahmat' disebutkan secara bersamaan dengan 'maghfirah' (ampunan), maka maknanya adalah:
➡ Ampunan dari dosa-dosa yang telah berlalu, dan
➡ Rahmat bermakna, mendapatkan taufik untuk bisa melakukan kebaikan dan selamat dari dosa di masa yang akan datang.
👍 Penulis (Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) رحمه الله dengan memulai DOA di awal kitabnya, menunjukkan perhatian beliau, dan adanya
✅ KASIH SAYANG beliau kepada orang-orang yang diajak berbicara (dari murid-murid beliau yang membaca kitabnya ini, pen.), juga menunjukkan adanya maksud baik beliau.
✍ KETERANGAN pen.:
Apabila kita mengkaji kitab-kitab hasil karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى, maka hampir semua kitab beliau diawali dengan DOA kebaikan untuk mereka yang membaca kitab-kitab beliau, ini bukti bahwa beliau adalah seorang yang LEMBUT, PENUH KASIH SAYANG kepada sesama mukmin.
☝🏽TIDAK seperti fitnah keji yang dituduhkan kepada beliau oleh orang-orang JAHIL lagi mengikuti HAWA NAFSU, hampir di setiap penjuru negri dihembuskan fitnah WAHABI KERAS ❌
💦💦 Sungguh bagi orang yang mau mempelajari kitab-kitab beliau, pasti akan mengenal KELEMBUTAN WAHABI dan kasih sayang beliau kepada AHLU TAUHID.
💥 Kekerasan hanyalah ditampakkan kepada KESYIRIKAN dan ahlinya, demi mengikuti tuntunan dan ajaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
☁️ Juga sebagaimana firman Allah azza wa jalla:
{مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ ..} [الفتح: 29]
"Muhammad itu Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang antara sesama mereka."
(QS. Al-Fath: 29)
Tsalatsatul Ushul
(= Tiga Landasan Utama)
✒️ Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
📗 Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
🌺 Saudaraku seiman, semoga rahmat Allah dicurahkan kepada kami dan kepada kalian semua.
📘 Kita lanjutkan kajian tauhid kita sampai pada 'Tingkatan-Tingkatan Ilmu Pengetahuan', ada 6 tingkat, yaitu:
1⃣ Al-Ilmu
2⃣ Al-Jahl Al-basith
3⃣ Al-Jahl Al-murakkab
⬆️ Ketiganya sudah kita kaji pekan lalu, sekarang kita lanjutkan ke tingkat berikutnya:
4⃣ AL-WAHM
Yakni mengetahui sesuatu disertai kemungkinan pemahaman yang tidak kuat kebenarannya.
5⃣ ASY-SYAK (keraguan)
Yakni mengetahui sesuatu disertai dengan kemungkinan yang sama kuat antara pemahaman yang benar dan yang salah.
6⃣ AZH-ZHAN
Yakni mengetahui sesuatu disertai kemungkinan pemahaman yang kuat kebenarannya.
📖 ILMU TERBAGI MENJADI DUA:
1⃣ Dharuri, dan
2⃣ Nazhari
KETERANGAN:
1⃣ ILMU DHARURI adalah:
Pengetahuan tentang sesuatu yang bisa diketahui secara naluri, yang bisa diketahui tanpa penelitian dan tanpa pengambilan dalil.
Contoh:
🔥 Pengetahuan bahwa api itu panas.
2⃣ ILMU NAZHARI adalah:
Pengetahuan yang membutuhkan penelitian serta pengambilan dalil.
Contoh:
💧 Ilmu tentang wajibnya niat ketika berwudhu.
👉 SELESAI syarah dari matan "I'LAM" (ketahuilah).
📜 Kita lanjutkan ke MATAN berikutnya:
➖ رَحِمَكَ اللَّه
'Rahimakallah', artinya adalah
"Semoga Allah merahmatimu."
📗 SYARAH/PENJELASAN:
🔺 Kalimat 'rahimakallah' mengandung makna:
👉 Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, yang dengan rahmat-Nya kamu bisa:
✅ Memperoleh apa yang kamu inginkan, dan
✅ Selamat dari apa yang kamu khawatirkan
🔺 Rahmat juga mengandung makna:
👉 Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu.
👉 Semoga Allah memberikan kepadamu taufik, serta menjagamu dari dosa di masa mendatang.
👆🏻 Makna di atas adalah jika 'rahmat' disebutkan secara tersendiri.
👉 Tapi jika 'rahmat' disebutkan secara bersamaan dengan 'maghfirah' (ampunan), maka maknanya adalah:
➡ Ampunan dari dosa-dosa yang telah berlalu, dan
➡ Rahmat bermakna, mendapatkan taufik untuk bisa melakukan kebaikan dan selamat dari dosa di masa yang akan datang.
👍 Penulis (Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab) رحمه الله dengan memulai DOA di awal kitabnya, menunjukkan perhatian beliau, dan adanya
✅ KASIH SAYANG beliau kepada orang-orang yang diajak berbicara (dari murid-murid beliau yang membaca kitabnya ini, pen.), juga menunjukkan adanya maksud baik beliau.
✍ KETERANGAN pen.:
Apabila kita mengkaji kitab-kitab hasil karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى, maka hampir semua kitab beliau diawali dengan DOA kebaikan untuk mereka yang membaca kitab-kitab beliau, ini bukti bahwa beliau adalah seorang yang LEMBUT, PENUH KASIH SAYANG kepada sesama mukmin.
☝🏽TIDAK seperti fitnah keji yang dituduhkan kepada beliau oleh orang-orang JAHIL lagi mengikuti HAWA NAFSU, hampir di setiap penjuru negri dihembuskan fitnah WAHABI KERAS ❌
💦💦 Sungguh bagi orang yang mau mempelajari kitab-kitab beliau, pasti akan mengenal KELEMBUTAN WAHABI dan kasih sayang beliau kepada AHLU TAUHID.
💥 Kekerasan hanyalah ditampakkan kepada KESYIRIKAN dan ahlinya, demi mengikuti tuntunan dan ajaran Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
☁️ Juga sebagaimana firman Allah azza wa jalla:
{مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ ..} [الفتح: 29]
"Muhammad itu Rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang antara sesama mereka."
(QS. Al-Fath: 29)

Comments