Puasa adalah Amalan Rahasia

Allah berfirman, "Puasa itu untukKu dan Akulah yg menilainya." (hadis Qudsi). Sungguh itu yang membuat kita mau lapar, mau haus, mau mengendalikan diri dalam taat siang malam selama Ramadan, bahkan kita sibukkan diri kita dengan buka puasa bersama, tarawih, berjamaah di mesjid, tadabbur Alquran, sedekah, silaturahmi, duduk ngaji Ilmu, dan sebagainya. Sungguh semua kita lakukan karena benar-benar kita ingin ridha dan cinta Allah.

Bagaimana kalau manusia tidak memiliki iman di dalam dada nya. maka dia akan membohongi manusia lain maka tidak akan ada yang tahu kalau dia puasa atau tidak.

Itulah mengapa Allah sendiri yang akan menilai pahala puasa. 
kalaupun sholat masih ada yang bisa di nilai oleh manusia, karena terlihat oleh orang lain dan tidak bisa di tutupi terutama sholat wajib berjamaah di masjid.

Rasulullah bersabda, "Barang siapa puasa karena iman dan ikhtisaban, maka Allah ampuni semua dosa-dosanya yang lalu." 

Mengapa yang dikendalikan yang halal, seperti makan, minum dan seks saat berpuasa? 
1. Subhanallah ternyata halal itu nikmat justru setelah dikendalikan, terbuka saat berbuka puncaknya lapar haus malah berbahagia 
(Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.<QS Al Maidah: 88> ),

2. Halal saja bisa dikendalikan apalagi yang haram, 
3. Halal pun kalau tidak terkendali jadi haram aliasmubazir 
(Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya <QS Al Isra: 27>), 
4. Islam dengan puasa mengajarkan 'muqtashid' 
(Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar <QS Al Fatir: 32>), pengendalian diri, keprihatinan, kesederhanaan, belas kasih dan kerendahan hati, 
5. Melahirkan sifat zuhud bahwa makan, minum dan seks itu keperluan hidup, bukan tujuan (Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Al Qashash: 77>), 
6. Melatih sifat sabar, karena kemenangan dunia sebentar ini hanya dengan sabar 
(Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.(sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu
<QS Ar Ra'du: 22-24>), 
7. Memang hobinya orang beriman itu taat sebagai kunci bahagia dunia akhirat 
(Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. <QS Yunus: 62-64>). 


Semoga Allah mengkaruniakan kita hati yang hanif sehingga bisa menerima Hidayah dengan mudah....
Wallahualam....

Comments