Syetan di belenggu di bulan Ramadhan, tapi mengapa masih ada maksiat di bulan Ramadhan ...?

Coba bayangkan kalau saja Syetan tidak ada di dunia ini...?


Ternyata Allah adalah sebaik baik perencana.

Jika tidak ada syetan maka manusia baiik semua.

Akibatnya apa..?

Polisi nganggur (krn gak ada penjahat)

Tentara nganggur (gak ada yang mau perang)

Pabrik senjata nganggur (gak ada yang perang)

Pengacara nganggur (gak ada yang bersengketa)

Tukang parkir nganggur (gak khuatir ada yang nyuri)

Satpam nganggur (gak ada maling)

Pabrik Rokok & Miras nganggur (gak ada yang bikin hal sia sia)

dan lain sebagainya.... buanyak sekali yang akan kena imbasnya kalau syetan tidak ada
dan ini semua di ijinkan oleh Allah

sebagaimana Allah mengijinkan Iblis untuk menggoda manusia sampai hari kiamat

==============================================
Syetan benar2 di belenggu di bulan Ramadan

Perkataan bahwa setan tidak ada di bulan Ramadhan tidaklah benar. Karena yang tetap dari Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ adalah bahwa setan dibelenggu dan diikat di bulan Ramadhan.
Imam Bukhari meriwayatkan (1899) dan Muslim (1079)dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullahصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, “Apabila datang Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah para setan. “(HR.Bukhari dan Muslim).

Haq itu dari hadits nabi Sholollahualaihi wassalam...

yang perlu di ketahui adalah ....

apa Syetan itu....?

Syetan adalah sifat yang selalu mengajak kepada kemunkaran

syetan ada dua jenis yaitu dari golongan jin dan manusia.

kalau syetan dari golongan jin di belenggu.

masih ada syetan dari golongan manusia yang masih bebas berkeliaran di muka bumi ini

Kalau kita mengajak seseorang ke pada keburukan maka kita bisa di sebut syetan.


‘Setan’ berwujud manusia

Firman Allah:
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Q.S. Al-An'am 6:112)

Rasulullah saw. mengingatkan agar senantiasa waspada terhadap gangguan dan bahaya setan manusia dan jin. Rasul pun menempatkan bahaya gangguan setan dari golongan manusia mendahului bahaya gangguan setan dari golognan jin.

Rasulullah saw. bersabda:
Dari Abu Dzar berkata: aku mendatangi Rasulullah saw pada saat beliau berada di masjid. Aku duduk (di dekatnya). Maka beliau bersabda: hai Abu Dzar, apakah kamu sudah melakukan shalat. Aku berkata: belum, beluau bersabda: berdirilah lalu shalatlah! Maka aku pun berdiri dan melakukukan shalat. Kemudian aku duduk, maka beliau bersabda: hai Abu Dzar berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin. Aku berkata: wahai Rasulullah apakah dari golongan manusia ada setan? Beliau bersabda: ya. …… (HR. Ahmad)


Comments