Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokaatuh.... Sering kita mendengar khotbah dengan berbagai macam salam yang di jadikan satu, apakah ini termasuk toleransi...? mari kita lihat perincian nya. Om Swastyastu = ' Semoga selamat dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa' Namo Buddhaya = 'Terpujilah semua Buddha' Shalom = ' keselamatan '. Dengan memperhatikan makna beberapa salam non muslim di atas, kita terlarang mengucapkannya. Dalam salam tersebut mengandung pengakuan kesyirikan yang dilarang keras dalam syari'at Islam, terutama Om Swastyastu dan Namo Buddhaya. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا “Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun” [QS. An-Nisaa' : 36]. Adapun Shalom merupakan bahasa Ibrani (שלום) yang aqual dengan kata 'salaam' (سلام). Meskipun demikian, ucapan salam ini sudah sangat khas termasuk syi'ar agama Nashara sehingga larangannya adalah dari sisi tasyabbuh ...
Dalam perjalanan rimba dunia ini,kita dibekali oleh Allah dengan Peta (Qur'an) dan Kompas (Sunnah). Barang siapa dalam perjalanan ini tidak membawa keduanya maka dia akan tersesat dari tujuan utamanya (Keridhoan Allah SWT) Karena Diakhirat Hanya ada Dua Pilihan Al Jannah (surga) atau An Naar (neraka)