"Nilai sebuah kebajikan tidak diukur dari banyaknya harta yang kita berikan. Harta memang bermanfaat bagi si fakir, tapi takkan bisa menghilangkan perihnya luka hati karena getirnya kehidupan. Boleh jadi salam tulus yang kau ucapkan pada si faqir jauh lebih bernilai baginya dibanding dirham yang kau berikan. Dan dirham yang kau berikan pada si fakir dengan uluran tangan yang tulus, lalu kau memintanya berjabatan tangan, jauh lebih berharga baginya ketimbang dinar yang kau berikan dengan tangan terangkat disertai perasaan angkuh dan mimik wajah yang seolah memintanya meneguk cawan kehinaan". (Syaikh Ali Mustafa Thantawi -rahimahullah-) Penulis: Ustadz Aan Chandra Thalib Oleh: Mutiara Risalah Islam Share yuk mudah-mudahan menjadi pintu kebaikan bagi anda dengan tersebarnya ilmu kepada saudara-saudara kita
Dalam perjalanan rimba dunia ini,kita dibekali oleh Allah dengan Peta (Qur'an) dan Kompas (Sunnah). Barang siapa dalam perjalanan ini tidak membawa keduanya maka dia akan tersesat dari tujuan utamanya (Keridhoan Allah SWT) Karena Diakhirat Hanya ada Dua Pilihan Al Jannah (surga) atau An Naar (neraka)