https://www.facebook.com/share/p/KgTBEoFaZUvAipJE/ Bolehkah seorang muslim mengikuti kebiasaan adat istiadat orang-orang tua mereka? Bolehkah melestarikan budaya kearifan lokal warisan nenek moyang? Bolehkah menjaga cagar budaya agar tidak punah ? Bolehkah meneruskan tradisi leluhur ? Bagi seorang muslim, semua itu boleh-boleh saja, selama tidak bertentangan dengan aturan syariat dalam islam. Jika bertentangan dan melanggar syariat, maka ditinggalkan. Di zaman Nabi shalallahu alaihi wasallam, tidak semua adat kebiasaan nenek moyang ditinggalkan secara keseluruhan, apa yang bersesuaian dengan islam, DILESTARIKAN , apa yang bertentangan dengan islam, DITINGGALKAN . Dari Sahabat Mu’awiyah bin al-Hakam as-Sulami Radhiyallahu anhu, dia berkata: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي حَدِيثُ عَهْدٍ بِجَاهِلِيَّةٍ وَقَدْ جَاءَ اللَّهُ بِالْإِسْلَامِ وَإِنَّ مِنَّا رِجَالًا يَأْتُونَ الْكُهَّانَ قَالَ فَلَا تَأْتِهِمْ قَالَ وَمِنَّا رِجَالٌ يَتَطَيَّرُونَ قَالَ ذَاكَ شَيْءٌ يَج...
Klik Link Podcast Playlist: Tazkiyatun Nafs Amalkan isi kajian ini insya Allah jadi manusia baru yang siap menghadapi bala tentara Iblis. Tujuan Tazkiyatun Nafs Tujuan utamanya adalah mencapai kedekatan dengan Allah SWT dan memperoleh ketenangan batin. Proses ini bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga mencakup: Mengenali dan Mengendalikan Nafsu: Memahami keinginan dan dorongan dalam diri (nafsu) dan mengarahkannya ke hal-hal yang baik. Introspeksi (Muhasabah): Mengevaluasi diri secara rutin untuk melihat kesalahan dan kekurangan. Memperbaiki Akhlak: Mengamalkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Meningkatkan Ibadah: Melaksanakan ibadah (shalat, puasa, zikir) dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Dengan kata lain, tazkiyatun nafs adalah upaya berkelanjutan untuk menjadikan diri seseorang lebih baik, tidak hanya di mata manusia, tetapi terutama di hadapan Allah SWT. Ini adalah perjalanan spiritual seumur hidup.